tour-and-travel-post.jpg

BIRO PERJALANAN ONLINE SEMAKIN DIMINATI

Berlibur atau melakukan perjalanan dinas kini bukan lagi perkara sulit atau merepotkan. Cukup dengan menggunakan ujung jari, beragam kebutuhan transportasi dan hotel bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Biaya yang harus dikeluarkan pun jatuhnya lebih efisien.
       Itulah kelebihan biro perjalanan online yang kini kian marak mewarnai dunia e-commerce tanah air. Pesatnya Pertumbuhan smartphone dan pengguna internet serta pergeseran psikologi konsumen  yang menginginkan layanan praktis membuat bisnis yang satu ini kian tumbuh subur.
       Berdasarkan hasil studi bertajuk “ Getting Mobile Right” oleh Yahoo dan Mindshare, saat ini di Indonesia ada sekitar 41.3 juta pengguna smartphone dan 6 juta pengguna tablet. Jumlahnya diprediksi akan terus berkembang pesat, khususnya diwilayah perkotaan.
Yahoo dan Mindshare memprediksi, akan ada sekitar 103,7 juta pengguna smartphone dan 16,2 juta pengguna tablet di Indonesia pada 2017. Tren perangkat mobile inilah yang mempengaruhi tren bisnis digital yang berkembang, termasuk biro perjalanan online.
       Chief Lembaga Riset Telematika sharing Vision Dimitri Mahayana memprediksi, pasar e-commerce Indonesia akan terus merangkak naik mencapai 18 miliar dolar AS tahun ini dan 25 miliar dolar AS tahun depan. Jumlah online Shopper akan mencapai 37 Juta orang tahun ini dan 49 juta orang tahun depan.
       Berdasarkan survei Sharing Vision pada 2014 sebanyak 64,2% dari 123 responden mengaku pernah melakukan online booking. Sebanyak 63,3% diantaranya mengaku pernah melakukan online booking tiket pesawat, 58,2% tiket kereta api, 35,4 % hotel, 2,5 % tiket kapal laut dan 1.3 % tiket bus.
       Sebanyak 97,2% mengaku melakukan online  booking melalui situs resmi dan 52,8% melalui portal atau pihak ketiga. Agoda.com menjadi portal pihak ketiga yang paling banyak diakses (57,9%), disusul tiket.com (18,4%), traveloka.com (15,8%), dll.
       Berdasarkan hasil survei tersebut, tiket sarana transportasi dan hotel memang menjadi produk yang paling banyak dicari online shop-er melalui  internet selain produk fashion dan mode. Kedua produk tersebut sama –sama mendapat bobot 32% dari 126 responden.
       Hasil Survei tersebut menjadi salah satu gambaran tentang besarnya potensi pasar biro perjalanan online yang diprediksi akan semakin besar seiring terus bertumbuhnya pengguna internet juga smartphone. Apalagi, minat masyarakat untuk berwisata pun disinyalir semakin hari semakin besar.
       Ketua  Asosiasi Pemandu Wirausaha Indonesia (APWI) Kartib Bayu juga menilai jika potensi pasar biro perjalanan online semakin besar. Menurut dia, potensi itu datang dari kecenderungan semakin tingginya kesibukan masyarakat perkotaan juga kemacetan yang menghimpit jalanan diwilayah perkotaan.
       Dari sisi biaya yang harus dikeluarkan konsumen juga lebih hemat melalui biro perjalanan online dibandingkan penyedia jasa sejenis yang menggunakan pola pemasaran konvensional. Dari sisi waktu juga jauh lebih efisien karena bisa dilakukan dimana saja, “ katanya, senin (23/2/2015).
       Dari sisi psikologis konsumen, katanya, kemacetan membuat sebagian dari mereka lebih memilih toko online, khususnya di wilayah perkotaan. Bagi pelaku usaha, biro perjalanan online juga bisa menjadi solusi untuk menghemat modal kerja. Pasalnya, biaya operasional biro perjalanan online jauh lebih efisien karena kebutuhan tenaga kerja yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan biro perjalanan konvensional.” Karena biaya operasional rendah, harga tiket dibiro perjalanan online juga bisa lebih murah.”ujarnya.
       Potensi pasar biro perjalanan online memang semakin hari semakin besar.  Namun, harus dingat, persaingannya juga semakin hari semakin sengit. Jika ingin terjun di usaha ini, pertimbangkan kelebihan dan kekurangannya. (Ai Rika Rachmawati /”PR”)
 
Sumber: Koran Pikiran Rakyat.  Selasa, 24 Februari 2015.

Komentar

Belum ada komentar

Posting comments after 3 bulan has been disabled.