img_0946-edit2.jpg

PERENCANAAN BISNIS, SATU LANGKAH MENUJU SUKSES

Tahun-tahun pertama adalah masa tersulit dalam menapaki dunia usaha. Bukan Hanya kesulitan menembus pasar, pelaku usaha juga akan dihadapkan pada ketatnya persaingan yang dipastikan tidak akan mudah. Jika pelaku usaha tidak siap mental, gulung tikar akan menjadi kado terpahit yang harus diterima. Dan Faktanya, jumlah pelaku usaha pemula uang berguguran ditahun pertama debutnya terbilang cukup banyak.  Lantas, bagaimana agar pelaku usaha pemula bisa sukses melalui masa-masa sulit diawal debutnya dan memiliki usaha yang berkelanjutan serta tumbuh dan berkembang?

Ketua Asosiasi Pemandu Wirausaha Indonesia (APWI) Kartib Bayu mengatakan, Salah Satu Kuncinya adalah perencanaan usaha yang matang. Menurut dia, perencanaan usaha adalah langkah pertama menuju sukses.”Gagalnya pelaku usaha di awal tahun karena mereka tidak mampu membuat perencanaan bisnis. Akhirnya kolaps,” ujarnya di Bandung, Senin (6/4/2015). Perencanaan bisnis, menurut dia, adalah pedoman untuk menjalankan usaha. Dengan perencanaan bisnis, pelaku usaha bisa mengantisipasi faktor-faktor ekstrinsik dan Intrinsik yang berpengaruh terhadap jalannya usaha, merancang prospek usaha, serta sumber permodalan.”Kedudukan perencanaan bisnis  sangat penting. Dengan perencanaan bisnis, resiko dan cara untuk mengantisipasi akan terukur dengan jelas,” katanya.
 
Perencanaan bisnis, menurut dia bisa dibuat secara tertulis ataupun tidak tertulis. Bedanya, perencanaan bisnis tertulis bisa menjadi buku panduan palaku usaha dalam menjalankan bisnis, termasuk mencapai target-target yang dibidik.”Perencanaan Bisnis sebenarnya sederhana. Semua harus berawal  dari pasar. Dari sana, lantas dihitung berapa kapasitas produksi untuk memasuki pasar tersebut, berapa tenaga kerja yang dibutuhkan, dan berapa biaya yang dibutuhkan.”tuturnya.  Sayangnya, menurut dia, saat ini tidak sedikit pelaku usaha, khususnya skala mikro dan kecil, yang menapaki usaha tanpa perencanaan matang. Mereka langsung terjun bebas menapaki dunia wirausaha. “Persoalannya , tanpa perencanaan matang, pelaku usaha, khususnya yang pemula, umumnya  tidak siap ketika dihadapkan dengan banyak kejadian tak terduga dalam perjalannya. Mulai dari risiko usaha, persaingan bisnis, dan persoalan lain yang terlihat sepele, tetapi bisa berdampak besar. Akhirnya, mereka menyerah,” kata Kartib Bayu..
 
Ifa Nurahmatika, pelaku usaha e-commerce kebutuhan rumah tangga menuturkan, perencanaan bisnis memang perlu. Berdasarkan pengalamannya selama terjun di dunia e-commerce selama dua tahun, tanpa perencanaan matang suatu usaha akan rawan kolaps.” Dulu awal saya menjalani e-commerce karena ikut-ikutan. Saya sempat kaget ketika dilapangan ada banyak masalah. Hal yang paling sederhana, barang rusak ketika sampai di tempat tujuan karena pengemasan yang salah,” katanya. Namun masalahnya tidak sesederhana mengganti barang yang dikirimkan. Modal yang ia miliki pun terbatas sedangkan margin yang  ia tetapkan untuk setiap barang yang dijual tipis, tidak sebanding dengan harga barang. “untung yang saya ambil paling hanya 5 % karena saya takut menjual kemahalan. Ternyata ketika ada barang yang rusak dan harus mengganti uang konsumen, modal saya terpakai cukup besar. Jangankan untung, yang saya dapat justru kerugian,” katanya.
 
Namun ia mengaku tidak kapok dengan kegagalan itu. Ia kembali merintis usaha setelah sebelumnya mempelajari peta persaingan, peta pasar, dan kemampuan kapasitas produksi. Teknik produksi dan pengiriman pun ia pelajari dengan baik.
“alhamdulillah, saya belajar dari kegagalan. Saya memang tidak membuat perencanaan bisnis secara tertulis. Akan tetapi, saya memperhitungkan segalanya dengan lebih matang”, Katanya.  
 
Perencanaan bisnis memang tidak serta-merta membuat seseorang bisa mencapai sukses. Akan tetapi, paling tidak bisa menurunkan potensi kegagalan seorang pelaku usaha dalam menapaki usahanya. Jadi, mulailah dengan perencanaan bisnis yang matang. Sumber (Ai Rika Rachmawati, Koran Pikiran Rakyat Tanggal 7 April 2013.
 

Komentar

Belum ada komentar

Posting comments after 3 bulan has been disabled.