img_2260.jpg

SARJANA INFORMATIKA USAHA JAMUR

Untuk sukses berwirausaha itu membutuhkan proses dan waktu, tidak semudah membalikan telapak tangan, perlu perjuangan yang gigih, ulet dan sabar.  Modalnya bukan semata-mata uang, namun yang tepenting adalah membangun dan mempertahankan kepercayaan, baik kepercayaan dari mitra kerja, konsumen, maupun kepercayaan dari orang yang punya modal, kuncinya adalah kreativitas. Demikian disampaikan Dendi Nurdian di sela-sela gelar 1000 produk dan setelah menerima penghargaan Perwira Award sebagai wirausaha terbaik Tahun 2016 dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Halaman Gedung Sate Bandung.
 
Dendi Nurdian, putra kelahiran Majalengka Tahun 1978 ini, lulusan Sekolah Tinggi Manajemen Komputer Jurusan Manajemen Informatika,  telah berhasil mengembangkan usaha Jamur.  Selanjutnya Dendi menyatakan bahwa Memang pendidikan saya informatika,  namun saya menekuni dan terjun ke usaha jamur tiram.  Gelar kesarjaan bagi saya adalah untuk merubah pola pikir dan membangun kepercayaan diri, sarjana bekerja tidak semata-mata dengan otot tapi dengan otak, untuk usaha yang diperlukan selain pintar juga harus cerdas.  Jamur Tiram itu adalah komoditi, sedangkan untuk mendukung dan menjalankan usaha jamur tiram diperlukan informasi, baik informasi tentang teknologi, membangun jaringan usaha maupun untuk memasarkan produknya, justru keahlian saya dibidang informatika sangat bermanfaat sekali dalam mendukung keberhasilan usaha. Dalam situasi persaingan usaha yang semakin ketat siapa yang menguasai informasi maka mereka yang akan memenangkan persaingan.
 
Sehabis lulus kuliah, Dendi secara mandiri mencari informasi tentang bisnis jamur dan belajar sekaligus magang di beberapa perusahaan Jamur. Awalnya mencoba untuk usaha budidaya jamur dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebanyak 1000 baglog, ternyata usahanya berkembang terus, sampai saat ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 16 orang dengan omset 125 juta per bulan.  Melihat bisnis Dendi yang cukup sukses, masyarakat di sekitarnya banyak yang datang dan  mau usaha jamur. Dendi menangkap, antusias dari masyarakat yang mau usaha jamur di respon dengan baik dan di jadikan peluang usaha. Mereka yang berminat untuk usaha di beri pelatihan dan pembinaan untuk bisa usaha jamur. Hasilnya banyak masyarakat yang membuka usaha jamur, itu membuka inpirasi bagi Dendi untuk menyediakan bibit (Log), Disamping itu, hasil produksinya berupa  jamur dia tampung dan dibeli untuk dipasarkan kembali dan diolah.
 
Saat ini dendi bidang usaha yang dikembangkannya tidak hanya budidaya tapi sudah  Produksi Baglog (f3), Produksi Bibit (f1,f2) dan Supplier Jamur Tiram Putih, Jamur Tiram Coklat, Jamur Kuping. Disamping itu telah memproduksi  Makanan Olahan Jamur seperti Keripik, Kerupuk, Siomay, Baso, Nugge, Abon, Crispi dan Donat Jamur. Produk yang diproduksi untuk memenuhi permintaan pasar dari wilayah Kabupaten Majalengka, Cirebon, Kuningan, Ciamis,. Sumedang,. Indramayu, dan  Bandung.  Disamping menjalankan usaha, dia juga aktif dibeberapa organisasi yaitu Ketua Karang taruna Desa Rajagaluh, Ketua Masyarakat Agrobibisnis   Jamur  Indonesia Majalengka dan  Ketua Asosiasi Pemandu Wirausaha Indonesia DPD Majalengka.  
Berjuang terus, Ingat di belakang kita masih banyak orang membutuhkan dan menunggu dan kiprah kita yang lebih besar. Sebaik-baiknya orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.  Semoga dapat menginpirasi bagi teman-teman yang lain. 

Komentar

Belum ada komentar

Posting comments after 3 bulan has been disabled.