rapat-susudun-pedoman-tks1.jpeg

PERAN TKS PERLU DI OPTIMALKAN

Pengangguran merupakan masalah kompleks yang perlu segera di tangani secara sistematis, terencana dan terarah, jika hal ini dibiarkan, dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru seperti kerawanan sosial, kesenjangan sosial, kriminalitas dan akan mengganggu kegiatan pembangunan lainnya. Upaya untuk menanggulangi pengangguran telah banyak dilakukan, namun belum menampakan hasil yang signifikan. Hal ini disebabkan penangangann pengangguran  sebagian besar berorietasi pada pertumbuhan ekonomi dengan mendatangkan investasi besar dan  menyiapkan masyarakat sebagai pekerja. Sedangkan program untuk menumbuhkan potensi masyarakat sebagai pencipta lapangan kerja sendiri masih relatif rendah. Hal ini dapat di maklumi karena untuk menciptakan masyarakat yang memiliki jiwa wirausaha tidak semudah membalikan telapak tangan,  perlu waktu, dan proses. Disamping itu kondisi  masyarakat Indonesia pada umumnya berada dalam kondisi lemah secara ekonomi, sosial budaya dan politik.
 
Belajar dari negara-negara maju menunjukkan bahwa kewirausahaan sebagai salah satu faktor kunci untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan daya saing, serta sebagai solusi menampung peningkatan angkatan kerja dan pengangguran. Kewirausahaan telah diangap sebagai tulang punggung perekonomian suatu bangsa. Sampai Kapan pun kemakmuran dan kesejahteraan masyarakai Indonesia tidak akan tercapai, jika sebagian  besar masyarakatnya masih bermental pekerja (Kuli),  tanpa didukung oleh pelaku-pelaku wirausaha Indonesia yang kreatif, inovatif dan produktif  yang jumlahnya banyak dan handal.
 
Kementerian Ketenagakerjaan telah lama melakukan terobosan untuk melakukan pendampingan terhadap Kelompok usaha masyarakat melalui pendayagunaan Tenaga kerja Sukarela (TKS) yang direkrut dari para sarjana yang baru lulus. Selain itu, Pendayagunaan TKS diarahkan sebagai ajang pemagangan/praktek kerja lapangan, khususnya dibidang kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat, sehingga setelah mengikuti kegiatan, mereka dapat menciptakan usaha secara mandiri. Namun pada prosesnya dilapangan masih menghadapi beberapa kendala, oleh karena itu perlu dilakukan beberapa perbaikan mulai dari cara rekuitmen, perencanaan, pola pelaksanaan, dan pengawasan serta keberlanjutan kegiatan,  sehingga peran TKS dapat dioptimalkan,  demikian di katakan Kepala Subdit TKS dan kerjasama antar Lembaga Kemnaker, Bery Komarudzaman, SH, pada kegiatan Penyusunan Pedoman Umum, Buku kerja dan pedoman Rekruitmen TKS Tahun 2019 yang di Hotel Padjadjaran Suites Bogor pada Tanggal 6 – 8 Februari 2019.
 
Selanjutnya Bery Komarudzaman menyatakan bahwa Pendayagunaan TKS sebagai pendamping Perluasan Kesempatan Kerja  berperan sebagai fasilitator, motivator, mediator, dan inovator.  Pendayagunaan TKS merupakan upaya untuk menyertakan masyarakat dalam mengembangkan berbagai potensi, sehingga mampu mencapai kualitas kehidupan yang lebih baik. Selain itu diarahkan untuk memfasilitasi proses pengambilan keputusan yang terkait dengan kebutuhan masyarakat, membangun kemampuan dalam meningkatkan pendapatan, melaksanakan usaha yang berskala bisnis serta mengembangkan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yang melibatkan masyarakat.  Kegiatan ini juga diharapkan akan menciptakan kader-kader wirausaha muda dan pengusaha pemula yang berkualitas, produktif dan beretos kerja tinggi, sehingga upaya perluasan kesempatan kerja dengan pola Pendampingan berjalan dan berkembang dalam masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.
 
Semoga Peran Strategis TKS dalam pendampingan Kelompok Usaha Masyarakat di masa yang akan datang lebih dirasakan manfaatnya baik oleh masyarakat maupun oleh TKS itu sendiri.
 

Komentar

Belum ada komentar

Postkan komentar