img-20190218-wa0002-copy.jpg

SLAMET WURYADI, PENGGERAK PETANI MILENIAL MELALUI PUSAT PELATIHAN PETANI

SLAMET WURYADI, PENGGERAK PETANI MILENIAL MELALUI PUSAT PELATIHAN PETANI
 
Senin, 18 Februari, 2019 

LEAD.co.id | Slamet Wuryadi, Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Cilangkap Sub 1 Cikembar Sukabumi berhasil melakukan pembinaan petani dan santri milenial. Sejauh ini jumlah petani yang magang dan berlatih di P4S mencapai ribuan orang, dengan konsep bina ruhiyah dan bina rupiah petani milenial.

P4S yang dikelola oleh Slamet Wuryadi mempunyai jenis pelatihan unggulan yaitu Pelatihan Sukses Beternak Puyuh. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ditempatnya dapat mencetak pengusaha baru di bidang agribisnis peternakan burung puyuh. Pelatihan ini bertujuan menyebarkan kesempatan berusaha di bidang peternakan burung puyuh dengan standar tatakelola P4S dan SQF (Slamet Quil Farm).

Disamping itu, juga memberikan informasi peluang usaha budidaya puyuh bagi pemuda, mahasiswa, petani dan karyawan. Pelaksanaan pelatihan rata-rata berlangsung 2 (dua) hari dengan metode praktek lapang dan kunjungan lapangan ke petani sukses dengan jumlah peserta 20 sampai 40 orang per angkatan. Materi pembelajaran yang disampaikan meliputi manajemen kandang dan cara pembuatannya, prospek budidaya puyuh dan pemasarannya, manajemen penetasan puyuh, cara pemberian pakan dan penyusunan formulasinya, manajemen pemeliharaan dan perkawinan, pemanenan, manajemen kesehatan, pasca panen dan pengolahan serta pemasaran hasil.

Slamet optimis bahwa pelatihan sukses budidaya puyuh ini dalam waktu 45 hari mampu mengentaskan kemiskinan. Ia mengatakan ada 5 keunggulan yang bisa dibanggakan dari usaha budidaya burung puyuh, pertama penjualan telur puyuh tidak pernah dibawah biaya operasional, saat ini modalnya Rp. 200,- dan bisa terjual Rp. 280,- perbutirnya; kedua pasokan masih kurang dibandingkan dengan permintaan pasar, sebagai contoh 71 pelanggan di wilayah Jawa Barat, Jakarta, Banten, sebagian Lampung, Sulawesi Barat memerlukan pasokan sebanyak 16,5 juta butir, tapi baru bisa dipasok sebanyak 3,5 juta butir, sehingga masih ada kekurangan suplai sebanyak 13 juta butir per minggunya; ketiga produk berupa telur dan daging burung puyuh selalu dibayar tunai; keempat, belum ada industri besar yang masuk dalam usaha ini, masih diberdayakan oleh para petani peternak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM); kelima, limbah kotoran burung puyuh memiliki protein yang tinggi sehingga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk dan penghasil plankton dan fesesnya bisa diolah menjadi BIOGAS.

Saat ini selain sebagai Ketua P4S, Slamet juga sebagai Ketua Umum APPI-Asosiasi Peternak Puyuh Indonesia, Ketua DPC Asosiasi Pemandu Wirausaha Indonesia Kabupaten Sukabumi dan kelompok taninya diakui sebagai pelestari “Plasma Nuthfah Puyuh Lokal” sebagai Unggas Lokal asli Indonesia. Sinergi kemitraan ditunjukkan dengan keberadaan kerjasama usaha yang menyebar di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTT, NTB dan Papua serta menggandeng 3 BUMDES di Cirebon, Wanagiri, Buleleng dan Pandeglang. Prestasi yang diraih Slamet juga pernah juara 1 hasil olahan telur dan daging, dan berhasil dalam kegiatan mentor bisnis yang berdampak bagi berkembangnya peternak di kalsel dengan populasi mencapai 35.000 ekor burung puyuh. Dipercaya pula oleh pemda Flores Timur memberikan Pelatihan 1.000 orang calon wirausaha dalam melaksanakan program “Selamatkan Orang Muda Flores Timur NTT”.

Seiring dengan yang dilakukan Slamet, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Ir. Bustanul Arifin Caya M.D.M mengatakan bahwa melalui pelatihan yang dilaksanakan di Pusat Pelatihan milik petani ini dapat menciptakan wirausaha baru dan menyerap tenaga kerja yang lebih banyak, sehingga memotivasi petani milenial lainnya untuk melakukan usaha sejenis. (MSA).

Sumber : http://lead.co.id/__trashed-2/
 
 

Komentar

Belum ada komentar

Postkan komentar