beberapa-faktor-agar-usaha-sukses-1280x720.jpg

KIAT SUKSES BERWIRAUSAHA

Oleh : Prof. Dr. Yuyus Suryana, SE.,MS*
 
A.   KEBERHASILAN  WIRAUSAHA
Banyak pendapat tentang arti dari pada sukses atau keberhasilan, bahkan sebagian besar masyarakat yang sukses itu adalah yang banyak hartanya atau dengan kata lain orang yang kaya dengan hartanya dan ada juga bila menduduki jabatan tertentu, sehingga sering sekali dijadikan ukuran oleh keluarga, kelompok atau masyarakat luas. Oleh karenanya, sering sekali menjadikan arena untuk saling berebut dan bahkan menjadikan  objek perselisihan diantara sesama. Akibatnya, diantara para pengusaha saling bersaing yang kurang sehat dan menganggap bahwa pesaing itu adalah musuh, implikasinya saling menjatuhkan dan saling menekan atau dapat menibulkan iri dan dendam.
Situasi seperti yang diuraikan di atas, sering kita jumpai dan  mendengar baik dari kolega maupun berita melalui mas media. Nah, melalui Bab ini diharapkan bagi mereka yang membaca setidaknya dapat memahami dan bila memungkinkan mampu untuk mensosialisasikan kepada sesama, agar dapat menumbuhkan kerjasama yang baik dan saling mendukung atau saling melengkapi saatu sama lain diantaraa mereka.
Pemikiran dari seorang wirausaha yang sejati tentu memiliki perbedaan pandangan tentang keberhasilan atau sering kita sebut sebuah kesuksesan. Sebenarnya arti dari sukses atau berhasil tidak lebih dari apa yang di harapkan atau yang diinginkan dan biasanya merupakan cita-cita dari setiap individu bisa terbukti atau tercapai. Jadi sukses itu bila cita-citanya terlaksana, padahal kalau kita analogikan bahwa cita-cita atau keinginan dari setiap individu itu selalu berbeda dan sangat tergantung kepada wawasannya masing-masing. Oleh karena itu, setiap individu memiliki visi yang berbeda satu sama lain dan dari ungkapan harapan yang tuangkan sebagai visi itu menjadi dasar munculnya stimuli atau motivasi seseorang  untuk mencapai apa yang dicita-citakan. Namun, banyak pula yang mengeluh karena tidak tercapainya sebuah cita-cita, walaupun motivasinya cukup tinggi. Hal ini, justru menjadikan fenomena yang cukup menarik untuk dikaji lebih lanjut dan muculah berbagai pertanyaan, apa yang menyebabkan cita-citanya tidak tercapai? Padahal motivasinya cukup besar dan bahkan telah menunjukkan usaahanya untuk mencapai. Akan tetapi, tidak tercapai juga apa yang di harapkan, sehingga menimbulkan rasa putus asa dan mengeluh yang akhirnya motivasinya mengalami penurunan. 
Berdasarkan fenomena tersebut penulis berfikir pasti ada sesuatu yang kurang lengkap dan secara kebetulan dari pengalaman hasil hasil pertemuan dan pembicaraan dengan orang berkebangsaan  China pada saat perjalanan menuju Hongkong, pada initinya bahwa sebagaian besar dari mereka berdasarkan buku kunonya, telah ditanamkan kepada keturunannya tentang pemikiran mengenai cita-cita yang kita artikan sebagai visi dari individu masing-masing. Secara singkat terungkap,bahwa dalam menjalani kehidupannya selalu tersirat ungkapan yang dapat diartikan sebagai filsafat dalam kehidupuan, yaitu “Capailah Cita-cita Setiap Saat” berbeda dengan bangsa Indonesai yang sebagain besar ditanamkan oleh orang tua yaitu: “ Capailah Cita-cita Setinggi Langit”
Memperhatikan perbedaan pandangan antara bangsa China dengan Bangsa Indonesai jelas terlihat, bahwa ada sesuatu yang terlewatkan dalam menjalani kehidupannya masing-masing. Dengan mengacu pada filisafat yang diungkapkan oleh orang China, berarti masih ada satu komponen lagi yang perlu menjadi dasar pertimbangan dalam mencapai kesuksesan pribadi, yaitu mengenai kemampuan atau faktor internal yang ada pada diri kita sendiri perlu diperhitungkan atau dapat kita sebut sebagai kompetensi pada diri sendiri.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka  pengertian dari sukses itu dapat diformulasikan sebagai berikut: Sukses (S) adalah fungsi dari Visi (V),  Motivasi (M) dan kompetensi (K) individu dan ini suatu model secara logika adalah sebagai berikut:  S = f (V,M,K) ..dan secara matematisnya adalah  S= V+M+K. artinya tercapainya suatu keberhasilan sangat tergantung kepada visi, motivasi, dan kompetensi dari setiap individu. Apabila seseorang tidak tercapai suatu kesuksesan, kemungkinan disebabkan visi nya terlalu tinggi sedangkan kompetensinya rendah walau  motivasinya cukup tinggi. Sebenarnya komponen tersebut saling berkaitan dan saling mendukung satu sama lain. Terutama dalam menetapkan visi dari individu perlu memperhatikan kemampuan yang ada pada diri kita masing-masing. Jadi jangan berfikir ingin mencapai cita-cita setinggi langit karena tidak jelas dan kemungkinan besar tidak akan terapai. Sedangkan orang China selalu berfikir dalam menentukan cita-citanya disesuaikan dengan kemampuan yang ada pada dirinya, sehingga cita-citanya selalu tercapai.
Pada dasarnya, setiap individu boleh saja dan bahkan dianjurkan untuk memiliki atau menentukan cita-citanya, hanya perlu memperhatian kemampuan dan jangkauan yang memungkinkan untuk tercapai. Makna yang dapat di ambil dari ungkapan bangsa China itu banyak mengandung arti, yaitu tentang kedisiplinan, kemapuan dalam kaitannya denan usaha maka sangat berkaitan dengan modal dan biaya yang harus menjadi tanggungannya sehingga perlu pengelolaan yang lebih terstuktur serta motivasi dengan pengertian adanya upaya dan usaha, tidak berdiam diri dan tergantung kepada orang lain atau kepada pihak manapun. Disisi lain, mengandung pengertiaan bahwa cita-cita tidak harus berfikir terlalu jauh dan bukan merupakan akhir dari usaha maupun kehidupan. Jadi cita-cita atau visi itu sebaiknya bertahap sehingga kemungkinan untuk tercapai akan lebih mudah dan bila telah tercapai kita harus menentukan kembali apa yang ingin dicapai selanjutnya.
B.  KUNCI KEBERHASILAN
Untuk mencapai keberhasilan diperlukan kemampuan dan keberanian untuk mengimlementasikan gagasan atau ide yang ada pada diri kita masing-masing dengan memperhatikan manfaat, risiko dan dampaknya terhadap lingkungan. Namun faktor utama yang perlu ditanamkan kepada para pengusaha secara individu maupun berkelompok, tentang proses berfikirnya, yaitu: “ Berfikirlah untuk menyenangkan dan membahagiakan orang lain sebelum kita senang niscaya akan muncul kreatifitas dan berbagai peluang usaha sebagai langkah dalam menggapai kesuksesan”
Mengenai peluang sendiri bukan mengenai mengenai produknya saja, akan  tetapi berbagi segi dan tehnik yang dapat mendukung terhadap bisnis yang kita lakukan, misalnya dari segi penampilan, kemasan, penyampaian, atau dapat juga dengan melakukan kerjasama, atau pendekatan terhadap seseorang atau lembaga untuk menawarkan produk yang kita tawarkan ke pasar, yang penting niat kita bukan mengutamakan keuntungan akan tetapi bagaimana kita mampu membahagiakan orang lain khususnya para pelanggan, kolega dan masyarakat luas. Sebab lebih banyak orang yang dapat memperoleh kebahagian dari usaha yang dilakukan, maka semakin banyak rizki yang akan kita peroleh. Oleh karena itu, jangan berfikir ingin menyenangkan diri sendiri tetapi berfikirlah untuk menyenangkan dan membahagiakan orang lain disekitar kita. Insya Alllah dikemudian hari kita akan memperoleh kesenangan dan kebahagian serta kesejahteraan untuk seterusnya secara berkelanjutan, sebab Allah akan selalu menyertai kita selamanya.  
Sebagai contoh nyata tentang mereka yang mampu membahagiakan orang banyak diantranya seperti: Pa Nadiem yang menciptakan GoJek, terus mereka yang menciptakan Google dan lainnya. Mereka itu selalui berfikir ingin memberikan kemudahan, kebahagiaan bagi orang banyak. Nah, bagaimana dengan usaha yang kita lakukan agar dapat memberikan kesenangan dan kebahagiaa bagi orang banyak baik yang menggunakan produk kita maupun mereka yang terkait dengan usha yang sedang kita laksanakan. Cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh informasi tentang upaya memberikan kesenangan dan kebahagiaan bagi orang banyak, silahkan berkonsultasi dengan para pelanggannya, atau pakar yang relevan dengan bisnis yang sedang kita jalankan dan perhatikan serta mendengarkan keluhan keluhan dari pelanggan maupun berbagai pihak yang terkait. Setelah mendengarkan dari berbagai pihak selanjutnya kita kaji mana yang lebih tepat dan dapat dilakukan dengan kemampan yang kita miliki.
 
C.  FAKTOR KEBERHASILAN USAHA
Keberhasilan tidak akan tercapai tanpa ada kemampuan dalam memanfaatan Waktu yang Efektif dan Efisien   Setiap keberhasilan pasti memerlukan pengorbanan yang tentunya semua itu diperhitungkan sebagai pengeluaran dan dinilai dalam sejumlah dana yang menjadi beban dari wirausaha (Cost). Keberhasilan atau sukses yang dicapai oleh setiap orang sudah tentu melaui suatu proses. (Process). Tercapainya suatu keberhasilan seseorang merupakan perwujudan kemampuan dirinya untuk menciptakan nila yang berguna bagi lingkungannya di mana mereka berada. Jadi kemampuan dalam menciptaka sesuatu yang bernilai merupakan faktor kunci untuk tercapainya apa yang diinginkan atau di cita-citakan. (Value). Untuk tercapainya keberhasilan dituntut untuk lebih fokus dan mampu menghadapat segala hambatan maupun godaan dalam perjalanannya menuju apa yang dicitacitakan.. Setiap pencapai atas keberhasilan tentunya dituntut untuk melakukan apa yang dapat dilakukan sesuai dengan bidang keahliannya maupun pengetahuannya. Setiap apa yang diperoleh harus kita syukuri dan jangan menyesal atau putus asa bila mengalami kegagalan, itu artinya kita akan memperoleh sesuatu yang lebih baik lagi, maka ingatlah kepada Tuhan Pencipta Alam Semesat ini.
 
Pada kesempatan ini saya akan memberikan rambu-rambu yang merupakan fak,,tor untuk tercapainya suatu keberhasilan, Hal ini diperoleh dari hasil penelitian dan pengamatan terhadap bebebrapa pebisnis yang telah berhasil di tingkat internasional dan tentunya mempunyai keterkaitan dengan perilaku serata budaya dari mesyarakat sebagai sifat manusai yang tisak pernah puas dan selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhannya dengan nyaman, aman dan puas serta memperoleh  kebahagian. Mengenai faktor yang harus diperhatikan dan dilaksanakan dengan baik yaitu  LIMA FAKTOR BAGI PEBISNIS untuk mencapai keberhasilan:
  1. DESIGN, Artinya kita kreatif selalu mau merubah dan merancang untuk lebih baik sesuai dengan tuntutan dari para pelanggan atau pengguna produk yang ditawarkan. Oleh karena itu, jangan monoton ati setatis dengan se adanya tetapi harus menciptakan yang lebih baik lagi agar dapat memberikan kesenangan dan kebahagiaan bagi pelnggan dan lingkungan nya
  2. TRUST, Artinya, uasha yang kita lakukan harus dapat dipercayabaik dari segi kesehatan, kesesuaian jumlah atau timbangan, ketepatan waktu penyampaian sesuai janji jangan mengecewakan, ketepatan kualitas jangan mengurangi kualitas, pokonya sesuai dengan apa yang diinformasikan, dan lainnya
  3. QUALITY CONTROLL, artinya kita selalu melakukan penge cek an terhadap produk yang di buat harus sesuai dengan yang di informasikan, jangan mengabaikan terhadap hasil produk yang kita buat atau kita sediakan, selalu di periksan sebelum di sampaikan kepada pembeli atau pelanggan.
  4.  NETWORKING, Artinya kita harus berusaha menambah rekanan atau kolega untuk memperluah pemasaran bagi produk yang ditawarkan, Oleh karena itu, selalu mecata teman atau rekan kita dan berupaya selalu berhubungan jangan hanya seketika saja tetapi bina hubungan itu dengan harapan dapat mendukung terhadap bisnis kita.
  5. RELATIONSHIP, Artinya kuta harus selalu membina hubungan baik denganpihak pihak yang terkait, sepeti pemasok, perantara, dan pelanggan juga harus selalu memberikan dukungan kepada mereka dan Insya Allah niscaya mereka juga akan mendukung terhadap bisnis kita,
Dengan telah di ungkapkan tentang faktor yang dapat mendukung terhadap keberhasilan suatu usaha, maka sebaiknya kita sebagai pengusaha berupaya untuk menerapkannya dan jangan putus asa bila belum berhasil, teruskan apa yang kita lakukan dan terus melakukan koreksi diri. Sebab kumingkinan ada yang keliru dalam mengaplikasikannya dan jangan sungkan mau melakukan perubahan untuk perbaikan dan memberikan kebahagian bagi orang banyak. Memberikan kesenangan dan kebahagian bagi orang banyak tidak harus dengan memberi uang tetapi dengan prilaku dan pola atau mekanisme dari bisnis kita itu bisa saja memberikan kebahagianan bagi orang banyak. Hal yang perlu di ingat betul bahwa : “Rizki kita ada pada kebahagian orang lain”. Silahkan untuk di renungkan lebih jauh dan akan lebih baik bila dikaitkan dengan kepercayaan kepada Agama nya masing masing. Terimaksih, dan selamat menjalankan usaha semoga Anda semua sukses dalam berbisnis.
 
*. Ketua Dewan penasehat DPP APWI dan Guru Beasar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Bandung.
 

Komentar

Belum ada komentar

Posting comments after 3 bulan has been disabled.