teknologi-pa-dadang-copy.jpg

TEKNOLOGI PENGOLAHAN IKAN LAUT

Ikan yang melimpah ini akan cepat mengalami pembusukan ketika sudah di angkat ke daratan, sehingga butuh alternative lain agar ikan bisa bertahan lama dan dilakukan proses pengawetan. Tanpa adanya usaha pengawetan tentu peningkatan produksi perikanan akan sia-sia.
picture2edit2.png

TEKNOLOGI PENGOLAHAN PUYUH

Bagian terbesar dari hasil puyuh yang dikonsumsi orang adalah telurnya. Telur puyuh mempunyai bobot 8,25 – 10,1 gram, warnanya bisa coklat tua, biru, putih dan kuning, bercak coklat, hitam dan biru. Dengan dicampur madu dan merica, telur burung dapat menambah vitalitas kaum pria
pecellele.jpg

TEKNOLOGI PENGOLAHAN IKAN LELE

Lele yang selama ini dikenal sebagai ikan budidaya ternyata dapat dikembangkan menjadi produk olahan seperti Lele Asap, Nugget Lele, Kerupuk Lele, Bakso Ikan Lele, kaki Naga Ikan Lele, Abon Lele, Kue Semprong, Biskuit Lele dan masih banyak lagi produk yang lain. Pengolahan ikan lele menjadi produk lain bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap ikan lele tersebut karena tidak semua lapisan masyarakat ingin mengkonsumsi ikan lele dalam keadaan utuh (misalnya pecel lele atau lele goreng). Dengan pertimbangan tersebut di atas dan melihat karakteristik ikan lele maka sangat besar peluang untuk mengembangkan ikan lele menjadi berbagai produk olahan
images.jpg

TEKNOLOGI PASCA PANEN DAN PENGOLAHAN JAMUR TIRAM

Pada dasarnya semua bahan alami dalam bentuk tanaman, setelah dipanen masih tetap akan menjalani proses kehidupan, yaitu respirasi.  Apabila tidak ditangani secara benar akan terjadi perubahan fisik yang akan menurunkan kualitas dan kuantitas yang akhirnya akan menurunkan harga jual dari produk tersebut.  Kehilangan/kerusakan hasil komoditas hortikultura setelah panen terutama sayuran cukup besar yaitu antara 25% - 30% yang disebabkan oleh faktor fisik, mekanik, kimia, ataupun biologis.  Kerusakan tersebut terjadi akibat cara panen serta penanganan pasca panen yang kurang baik.
dsc03770.jpg

Pelatihan Pemasaran Online Melalui Aplikasi E-Commerce

E-Commerce tidak hanya memberikan manfaat dalam segi penjualan saja, namun dapat juga memberikan penghematan biaya administrasi, sumber daya manusia dan perolehan pemetaan pemasaran. Lapak-apwi.com merupakan sebuah Situs Web berbasis e-commerce yang dibuat sebagai wadah bagi para pengusaha muda di bawah binaan Asosiasi pemandu Wirausaha Indonesia (APWI), untuk memasarkan produk dan jasanya.  Para pemandu/pendamping UKM perlu menguasai pengetahuan dan keterampilan mengenai pemasaran online melalui aplikasi E-Commerce. Oleh karena itu Asosiasi Pemandu Wirausaha Indonesia (APWI) bekerjasama dengan Dinas Perindustrian, perdagangan dan Koperasi dan Dinas tenaga Kerja Kabupaten Sukabumi akan mengadakan pelatihan mengenai Aplikasi E-Commerce dalam mendukung Promosi dan Pemasaran Produk UMK. Kegiatan tersebut sebagai salah satu  Implementasi MOU antar APWI dengan Pemda Kabupaten Sukabumi.  Peserta Pelatihan adalah konsultan PLUT, pengelola PLUT, Tenaga Kerja sarjana (TKS) dan pemandu wirausaha dari pemerintah Kabupaten Sukabumi. Waktu pelatihan hari Jum’at tanggal 13 Juni 2014 bertempat di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Sukabumi.
0538f7102957f7cf15f47d0af2c2e898.jpg

LOKAKARYA PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA

Peranan UKM dalam perekonomian Indonesia sangat strategis, namun dalam perjalanan UKM Indonesia masih mengahadapi beberapa kendala seperti rendahnya akses pasar, akses terhadap permodalan dan rendahnya penerapan teknologi, hal tersebut mengakibatkan daya saing produk yang dihasilkan baik kualitas, kuantitas maupun kontinuitasnya masih rendah. Oleh karena itu pemanfaatan teknologi dalam mendongkrak peran UKM dalam perekonomian nasional sangat penting. Mengingat pentingnya peran teknologi tersebut meningkatkan efisiensi usaha, daya saing dan nilai tambah produk, maka diperlukan sinergitas dari berbagai pihak yaitu UKM sebagai pelaku utama, Perguruan Tinggi sebagai penghasil teknologi, Lembaga swadya masyarakat sebagai penggerak dan agent perubahan dan pemerintah sebagai pengambil kebijakan dan regulasi. Oleh karena itu untuk mensinegikan hal tersebut Asosiasi Pemandu Wirausaha Indonesia (APWI) bekerja sama dengan Badan pengkajian dan Penerapan teknologi (BPPT), dan UPT Pengembangan Manusia dan Organisasi (PMO) ITB akan menyelenggarakan Lokakarya dengan Tema”Penerapan Teknologi Tepat Guna bagi Pengembangan UKM di Perkotaan. Diharapkan hasil lokarkaya tersebut akan terjadi sinergi yang saling menguntungkan dan saling mendukung, antara pelaku UKM perguruan Tinggi, LSM dan pemerintah. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama 3 hari mulai Tanggal 12 – 14 Mei 2014 bertempat diruang Diklat UPT PMO ITB dan kunjungan Industri akan dilaksanakan pada UKM di Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi.