new-normal.png

KONDISI NEW NORMAL PASCA PANDEMI COVID-19

Pemerintah Indonesia bahkan dunia, hingga saat ini belum dapat menjawab mengenai pertanyaan kapan pandemi COVID-19 akan berakhir. “Seluruh dunia juga tidak tahu, karena virus ini, untuk vaksinnya belum ditemukan. Maka dari itu, sampai dengan vaksin belum ditemukan, kita harus bisa selalu berhadapan dengan virus ini,” ungkap Wiku dalam dialog di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta (12/5).
ukm-dan-covid.jpg

PERAN PEMANDU WIRAUSAHA DALAM MEMBANTU UMK MASA DAN PASCA PANDEMI COVID-19

Pemandu wirausaha berangkat dan muncul dari rasa kepedulian dan rasa keterpanggilan hati untuk membantu masyarakat termasuk usaha mikro dan kecil yang memiliki berbagai keterbatasan. Di sisi lain para pemandu wirausaha memiliki kelebihan dalam hal akses terhadap berbagai sumber, pengetahuan, keterampilan, jaringan, komunikasi dan kelebihan lainnya. Para pemandu wirausaha dilihat dari latar belakang profesi ada yang berasal dari pemerintah (birokrat), pelaku usaha, BUMN, perguruan tinggi dan dari dari Lembaga pemberdyaan masyarakat (komunitas), hal ini merupakan suatu potensi besar yang bisa bergerak sesuai dengan kemampuan dan profesi masing-masing dan dapat disinergikan menjadi suatu kekuatan untuk bisa membantu usaha mikro dan kecil di masa dan pasca pandemi Covid-19</span>
beberapa-faktor-agar-usaha-sukses-1280x720.jpg

KIAT SUKSES BERWIRAUSAHA

Untuk mencapai keberhasilan diperlukan kemampuan dan keberanian untuk mengimlementasikan gagasan atau ide yang ada pada diri kita masing-masing dengan memperhatikan manfaat, risiko dan dampaknya terhadap lingkungan. Namun faktor utama yang perlu ditanamkan kepada para pengusaha secara individu maupun berkelompok, tentang proses berfikirnya, yaitu: “ <strong><em>Berfikirlah untuk menyenangkan dan membahagiakan orang lain sebelum kita senang niscaya akan muncul kreatifitas dan berbagai peluang usaha sebagai langkah dalam menggapai kesuksesan”</em>.  </strong>
covid-19.jpeg

DIGITALISASI USAHA MIKRO DAN KECIL YANG TERKENA DAMPAK COVID-19 BERBASIS DI DESA/KELURAHAN

Wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) makin terasa dalam perekonomian dalam negeri, terutama dari sisi konsumsi, korporasi, sektor keuangan, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) justru menjadi sektor paling rentan terkena hantaman pandemi virus corona. Sektor ini tak bisa lagi menjadi penyangga perekonomian seperti saat krisis ekonomi dan keuangan Tahun 1998 dan 2008. 
whatsapp-image-2019-03-02-at-13.44_.49_.jpeg

PENGURUS APWI HARUS KOMITMEN, KERJA KERAS DAN PROFESIONAL

Para pengurus APWI baik pusat maupun di daerah  perlu memiliki komitmen yang tinggi, kerja keras  dan profesional. Perlu di pahami APWI merupakan wadah /kumpulan orang-orang (pemandu wirausaha) yang mempunyai kepedulian terhadap masyarakakat untuk membantu menumbuhkembangkan wirausaha. Peran APWI, bagaimana mengkoordinasikan dan memperkuat para pemandu wirausaha untuk bekerja secara optimal. Demikian di katakan Wakil Ketua Dewan Penasehat APWI Drs. Rudiwan,SH.,MBA pada acara Rapat Kerja APWI Tahun 2019 yang dilaksanakan pada tanggal 01 – 02 Maret 2019 bertempat di  Bale Wirausaha Rancage Cipari Desa Sarimekar Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang, yang dikuti Dewan Penasehat, Dewan Pengurus Pusat  dan tamu undangan lainnya.
2.png

HANJELI, PANGAN LOKAL BERTARAF INTERNASIONAL

Hanjeli, nama yang saat ini kurang populer terutama di kalangan generasi milenial.  Padahal Hanjeli telah dikenal dan dibudidayakan sejak ribuan tahun yang lalu di asia timur dan asia tenggara (seperti China, Burma, India, Jepang, Korea, Thailand dan Malaysia) (Corke et al., 2016; Wester, 1922; Yang & Jiang, 2010; dikutip Zhu, 2017). Temuan arkeologis dari kawasan Tiongkok menunjukkan bahwa Hanjeli digunakan sebagai bahan pembuat minuman beralkohol sejak 5000 tahun yang lalu dan sebagai bahan makanan  di kawasan Kuahuqiao, Provinsi Zhejiang,  8000 tahun yang lalu(Wang, Liu et al., 2016, Wang, Chen et al., 2016; Yang & Jiang, 2010; dikutip Zhu, 2017). Selain itu juga digunakan sebagai bahan baku obat-obat dalam pengobatan Tiongkok (Dharmananda, 2007)
whatsapp-image-2019-02-21-at-19.28_.55_.jpeg

COOKING CLASS WIRAUSAHA BARU

Situasi ketenagakerjaan di Indonesia masih ditandai dengan tingginya tingkat pengangguran terbuka, kemiskinan dan masih lambatnya daya serap tenaga kerja di lapangan kerja formal. Lapangan kerja yang cukup tersedia dan terbuka adalah di sektor informal. Salah satu alternatif penyediaan lapangan pekerjaan sector informal   adalah dengan membuka lapangan usaha secara mandiri (Wirausaha).