14802-transformasi-digital.jpg

TRANSFORMASI BISNIS UMK DARI KONVENSIONAL KE DIGITAL PASCA PANDEMI COVID-19 DAN ERA INDUSTRI 4.0

Keberadaan usaha mikro kecil mempunyai kontribusi terbesar dalam perekonomian nasional, karena partisipasi masyarakat dalam berbagai sektor kegiatan ekonomi.  Usaha Mikro kecil selama ini terbukti dapat diandalkan sebagai katup pengaman di masa krisis. Melalui mekanisme penciptaan kesempatan kerja, kontribusi pendapatan, menyerap tenaga kerja/pengangguran sehingga menjadikan nilai tambah.  Keberhasilan dalam meningkatkan kemampuan usaha mikro kecil berarti memperkokoh basis perekonomian masyarakat.  Hal ini akan membantu mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional, dan sekaligus memberi dukungan nyata kepada pemerintah dalam melaksanakan pembangunan ekonomi. Hal tersebut menjadikan pemberdayaan usaha kecil menempati posisi yang vital dan strategis.
paradigma-bisnis.png

PERUBAHAN PARADIGMA BISNIS UMK DAN PERILAKU KONSUMEN PADA ERA NEW NORMAL

Situasi saat ini di mana wabah pandemi Covid-19  yang merebak di Indonesia semenjak awal bulan Maret 2020 belum bisa ditentukan kapan berakhirnya. Keadaan seperti itu pada akhirnya masyarakat Indonesia harus bisa berdaptasi dengan keadaan yang baru. Di mana ada beberapa hal baru yang harus ditegakkan di tengah rutinitas yang selama ini dikerjakan. Beberapa bentuk perubahan atau transformasi baru inilah yang kemudian melahirkan istilah “New Normal”, yakni perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan virus corona jenis baru, penyebab COVID-19. Kondisi tersebut  secara mendalam akan membentuk stay @ home lifestyle yang bakal menjadi kenormalan baru atau new normal pada konsumen setelah krisis berlalu. Artinya, gaya hidup baru inilah yang akan menjadi landasan terbentuknya stay @ home economy. Hal inilah yang mendasari para pelaku usaha harus melakukan perubahan pola dan oriemtasi usaha dengan menyesuaikan dengan pola perilaku konsumen yang berubah pada new normal.
new-normal.png

KONDISI NEW NORMAL PASCA PANDEMI COVID-19

Pemerintah Indonesia bahkan dunia, hingga saat ini belum dapat menjawab mengenai pertanyaan kapan pandemi COVID-19 akan berakhir. “Seluruh dunia juga tidak tahu, karena virus ini, untuk vaksinnya belum ditemukan. Maka dari itu, sampai dengan vaksin belum ditemukan, kita harus bisa selalu berhadapan dengan virus ini,” ungkap Wiku dalam dialog di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta (12/5).
ukm-dan-covid.jpg

PERAN PEMANDU WIRAUSAHA DALAM MEMBANTU UMK MASA DAN PASCA PANDEMI COVID-19

Pemandu wirausaha berangkat dan muncul dari rasa kepedulian dan rasa keterpanggilan hati untuk membantu masyarakat termasuk usaha mikro dan kecil yang memiliki berbagai keterbatasan. Di sisi lain para pemandu wirausaha memiliki kelebihan dalam hal akses terhadap berbagai sumber, pengetahuan, keterampilan, jaringan, komunikasi dan kelebihan lainnya. Para pemandu wirausaha dilihat dari latar belakang profesi ada yang berasal dari pemerintah (birokrat), pelaku usaha, BUMN, perguruan tinggi dan dari dari Lembaga pemberdyaan masyarakat (komunitas), hal ini merupakan suatu potensi besar yang bisa bergerak sesuai dengan kemampuan dan profesi masing-masing dan dapat disinergikan menjadi suatu kekuatan untuk bisa membantu usaha mikro dan kecil di masa dan pasca pandemi Covid-19</span>