Landasan

LANDASAN STRATEGIS BERDIRINYA APWI
 
Setelah lebih dari setengah abad bangsa Indonesia Merdeka,  Kesejahteraan dan  Kemakmuran Rakyat Indonesia belum kunjung Tercapai. Rakyat masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Langkanya lapangan pekerjaan mengakibatkan pengangguran semakin banyak, tidak sedikit rakyat Indonesia yang mengantungkan hidupnya di luar negeri sebagai pembantu Rumah tangga. Kesenjangan antara yang miskin dan yang kaya semakin lebar, dimana yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin terpuruk. Rakyat Indonesia banyak yang menjadi kuli di negeri sendiri, akhirnya banyak yang melarat dinegeri yang kaya raya. Padalah Wilayah Indonesia yang cukup luas dengan potensi sumber daya alam yang cukup melimpah, tanahnya subur, dan lautnya luas, merupakan surga bagi orang luar negeri. 
 
Melihat Realita kehidupan sebagaian besar rakyat Indonesia setelah sekian lama Indonesia Merdeka, Siapa yang harus bertanggung jawab? Pemerintahkah, Anggota Dewankah, Swastakah, Keluarga atau Individukah?. Jawabannya Tanggung Jawab Bersama. Lantas apa yang bisa kita lakukan? Diperlukan terobosan dan gerakan serta kekuatan yang sinergi antara berbagai pihak.
 
Komitmen pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan dan pengangguran sudah banyak dilakukan. Berbagai program telah dicoba dilakukan baik untuk penanggulangan kemiskinan maupun untuk mengatasi  pengangguran. Hanya saja, disebabkan karena setiap kebijakan kurang berpijak pada nilai-nilai dasar yang dianut masyarakat, akhirnya kebijakan yang diambil hanya dapat mengobati sesaat, tidak menyembuhkan penyakitnya.  Angka kemiskinan dan pengangguran dari tahun ke tahun  tetap tinggi bahkan kecenderungan bertambah. Hal ini diduga karena program penanggulangan kemiskinan selama ini dirasakan kurang efektif.  Jika hal ini tidak diantisipasi secara dini, maka akan mengakibatkan  berbagai masalah lainnya (efek domino) pada aspek pembangunan yang lainnya seperti pada keterbelakangan pendidikan dan tingkat kesehatan yang rendah.
 
Masyarakat miskin dan penganggur, mereka bukan orang yang tidak berdaya, mereka memiliki kemauan, kemampuan dan potensi yang dapat dikembangkan, namun mereka kurang dan belum menemukan kesempatan dan peluang yang cocok dengan potensi dirinya.  Banyak pimpinan yang menganggap bahwa rakyat miskin dan pengangguran merupakan beban bagi pemerintah, pandangan itu sangatlah keliru, namun rakyat dari tingkatan mana dia berasal harus dianggap sebagai modal dasar dan asset yang sangat berharga. Apalagi anak-anak muda yang masih punyai idealisme dan kemauan yang tinggi, perlu dikembangkan kemampuan dan potensinya untuk memanfaatkan kesempatan dan peluang yang ada. 
 
Para pemandu Wirausaha di Indonesia yang tersebar diseluruh Indonesia sebagai agen dan ujung tombak untuk melakukan perubahan, peran dan tugasnya dirasakan belum optimal, dengan segala keterbatasanya. Pemandu Wirausaha perlu menyatukan Visi  dan energi  sehingga menjadi kekuatan yang dapat  diperhitungkan.   Para pemandu Wirausaha Indonesia dari berbagai latar belakang pendidikan, keahlian, dan profesi, yang mempunyai kepedulian, keprihatinan, dan merasa terpanggil,  telah bersepakat untuk bergabung dan membentuk Asosiasi Pemandu Wirausaha Indonesia (APWI). Dengan tujuan untuk membantu dan memberikan solusi dalam rangka memberdayakan masyarakat yang kurang berdaya dan membantu mengatasi kemiskinan dan mengurangi pengangguran melalui penumbuhkembangan wirausaha.